my creed: I don’t teach my students to know, I teach my students how to know Pride , Passion, Commitment
“The dignity of individuals comes not from their basic needs, but from their contributions to something greater than themselves.”–T.J. Larkin![]()
Ini adalah perlengkapan dan asesoris yang ada di ruang kerja di rumah. Paling kanan adalah Modem yang menghubungkan node ku dengan ISP ku JMN yang 24/7 siap melayani melalui 544000. Disebelahnya, berwarna biru adalah Wifi Router Syslink yang memungkinkan mobile communication, di rumah. Lihat dua antena dibelakangnya. Maklum, berbagi informasi bersama keluarga sering menjadi kebutuhan. Burung Elang itu adalah hadiah Natal mantan pacar dengan pesan “ Elang memang selalu terbang sendiri”
sedang di depannya burung yang sedang bertumpu dengan paruhnya untuk mencapai keseimbangan sempurna di pucuk piramida adalah hadiah Natal dari anak saya dengan pesan “Ketidakmungkinan hanya ada dalam pikiran manusia“. Kata-kata itu pertama kali muncul ketika dia melihat Sri Chinmoy yang usianya 70 tahun mengangkatku dalam acara ” Lifting Up the World with a Oneness-Heart“. Sebuah kehormatan tak terhingga bagiku, once in my life, karena orang-orang besar seperti Muhamad Ali, Nelson Mandela, dll. pernah diangkat oleh beliau. Bahkan orang-orang besar seperti Pope Paul VI , Pope John Paul II , Mikhail Sergeyevich Gorbachev, Nelson Mandela, U Thant , Mother Teresa, pun berbicara mengenai beliau Lifting Up the World with Oneness-Heart
|
“It is fatal to enter any war without the will to win it”. Douglas Mc Arthur
Percaya tidak percaya, di ruang kerja itu yang terletak tepat di samping ruang tidurku, agar kalau lelah dan kantuk bisa langsung pindah kamar, sampai sekarang masih mengandung misteri yaitu siapa yang beraktifitas ketika saya tidak beraktifitas dimalam hari. Selalu saja ada aktifitas disitu bila malam tiba, baik terdengar lewat kursi yang bergerak karena diduduki atau yang duduk bergerak, atau lewat aktifitas ketikan keyboard. Suatu malam misal, ketika saya dan mantan pacar sedang tidur, tiba-tiba dia terbangun karena mendengar suara kursi sengaja digerakkan seperti mengayun pungung dan dikira saya yang berbuat. Maka, ketika dia mengetahui saya disampingnya lalu dia bertanya siapa yang bekerja. Ketika saya bangun, suara itu berhenti dan lalu saya jawab “santai saja, itu kembaran saya” dan kami tertidur lagi. Juga pernah anak ke dua yang sedang tiduran di ruang tidurku tiba-tiba meloncat ke ruang keluarga, dimana kami sedang nonton TV, sambil ketakutan dan kemudian berbicara ke arah saya “bapak kalau nonton TV tidak usah sambil bekerja” karena dia mendengar di ruang kerja saya keyboard sedang diketuk seperti kalau saya sedang bekerja. Suara aktivitas itu terus saja ada dan akhirnya membuat kami sekeluarga menjadi terbiasa dengan misteri aktivitas di ruang kerjaku dan seakan maklum. Maka, setiap terdengar suara orang beraktivitas di ruang itu, ketika saya sedang tidak ada, mereka cuma saling tertawa sambil berucap “it is not funny…”
Segala sesuatu yang terjadi dan belum bisa dijelaskan oleh Logika dan Ilmu Pengetahuan yang tersedia harus diterima sebagai realita.

Ini adalah perlengkapan dan asesoris yang ada di ruang kerja di rumah. Paling kanan adalah Modem yang menghubungkan node ku dengan ISP ku 





berserakan, akan tetapi lebih parah lagi yang tidak kelihatan, yaitu file-file di otak, hard disk, dan internet yang berserakan tidak teratur. Namun semua itu, seperti kata Richard Feynman yang
dikagumi oleh